Sinoman Hadrah Ashabah Mantuil Juara 1 Festival Seni GASETALA 2023

POSKAL – Raih juara 1 dalam festival seni Gastala (Garasi Seni Tanah Laut) 2023 yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Tanah laut, Sinoman hadrah Ashabah kembali membuat bangga warga Kota Banjarmasin, bagaimana tidak sejak didirikan pada tahun delapan puluhan sinoman hadrah Ashabah sudah sering meraih penghargaan dalam berbagai even kesenian, terutama kesenian banjar.

Guntur selaku Pembina kelompok seni sinoman hadrah ashabah saat diwawancara mengatakan bahwa kerja keras yang meraka lakukan terbayarkan dengan berhasilnya meraih juara 1 dalam event ini, ini suatu kebanggaan bahwa kelompok seni sinoman hadrah ashabah masih memiliki generasi penerus yang mewarisi darah seni para pendahulunya.

Selain konsisten dalam menjaga kelestarian kesenian khas banjar, para seniman sinoman hadrah Ashabah juga terus mewariskan darah seninya kepada para generasi penerus untuk tetap bisa eksis dalam menjaga kebudayaan.
Ditengah gempuran tehnologi dan maraknya masuknya budaya luar, para seniman sinoman hadrah ini tetap kokoh mempertahankan kesenian ini,meskipun tentu tidak mudah dan banyak tantangan yang harus dihadapi.

Sinoman hadrah Ashabah yang beralamat di jalan halinau Rt.09 kelurahan mantuil ini dibentuk pertama kali pada tahun 80-an oleh KH Mu’alim Muhammad Jafar bin Agil, dan secara turun temurun terus dilestarikan oleh para anggotanya dari generasi ke generasi dan masih eksis hingga saat ini,
Sekarang kepengurusan diketuai oleh Akhmad Kusasi, wakil ketua Lamsyah, penasehat utama Andar, penasehat Abdul Kadir, dan didukung oleh anggota-anggota lainnya seperti Maksum sebagai ketua pemuda, pembina Nur Aini dan Muhammad Guntur, serta bendahara Nor Zailani, serta puluhan remaja yang Alhamdulillah masih mau ikut turut dalam pelestarian budaya banjar sinoman hadrah ini.
Selain mengikuti berbagai festival seni, sinoman hadrah Ashabah juga sering mengisi acara-acara seperti acara pernikahan, baayun maulid, penyambutan tamu-tamu kehormatan dan peresmian berbagai macam acara.
Sinoman Hadrah berasal dari kata sinoman dan hadrah. Sinoman berarti perkumpulan yang berarti suatu perkumpulan tempat orang-orang dengan maksud dan tujuan yang sama, sedangkan hadrah berasal dari kata hadrun (Arab) yang memiliki arti hadir. Jadi hadrah memiliki pengertian suatu kegiatan menyambut kehadiran seseorang/kelompok yang dihormati atau dimuliakan.
Ada beberapa macam alat yang dipergunakan dalam penampilaan kesenian Sinoman Hadrah yaitu rebana, babun, ketipung, tamborens, bendera, dan payung besar berhias. Sinoman Hadrah biasanya ditarikan secara berkelompok dengan jumlah minimal 30 (tiga puluh) orang yang terbagi atas pemusik, pemegang bandu, pemayung dan penari. Dahulu tarian ini hanya ditarikan oleh kaum laki-laki, namun seiring dengan perkembangan jaman, Sinoman Hadrah ditarikan oleh laki-laki dan perempuan. Busana untuk penari biasanya bervairasi dan dengan warna yang berbeda-beda sesuai dengan peranannya masing-masing.

Baca Juga !  Rayakan Milad, Subhanyah ST., M.T., Gelar Doa Bersama

Kelompok seni sinoman hadrah ashabah sering mengikuti event perlombaan atau festival hadrah, berikut adalah berbagai penghargaan yang pernah diraih :
– tahun 1998 di halaman gedung Sultan Suriansyah dan memperoleh penghargaan sebagai pemayung terbaik di kalsel
– tahun 1999 memperoleh juara harapan ke-3 (tiga)
– tahun 2000 memperoleh harapan ke-1 (satu)
– tahun 2001 memperoleh juara 3 (tiga)
– tahun 2004 memperoleh juara 1 (satu) se-kotamadya

Lalu di lanjutkan ke generasi selanjutnya
– tahun 2012 di halaman kantor kegubernuran juara 3 (tiga)
– tahun 2013 juara 3 (tiga)
– tahun 2014 juara 2 (dua) se kalsel
– tahun 2016 di halaman siring menara pandang memperoleh juara harapan 1 (satu)
– tahun 2022 sebagai perwakilan kota Banjarmasin mengikuti event festival hadrah yang memperingati MTQ ke-XXIX di Kiram Banjarbaru.
– tahun 2022 juara 3 (tiga) se-Kalsel event “islamic art festival”
– tahun 2023 juara 1 (satu) event yang yang di adakan oleh Garasi Seni Tanah Laut dalam rangka “memperdayakan seni, menuju tanah laut maju”

Maksum selaku ketua pemuda kelompok seni sinoman hadrah ashabah saat diwawancara mengatakan, Kami akan terus berupaya melestarikan seni budaya sinoman hadrah ini, meskipun tidak mudah mempertahankan seni budaya ditengah-tengah gempuran tehnologi yang juga menjadi pintu masuk budaya luar, tapi kami akan terus berusaha semampu kami melakukannya dengan cara mengajak para generasi muda untuk bisa mencintai dan melestarikan budayanya.

Baca Juga !  Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024, Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto: Yang tidak puas silahkan sampaikan aspirasinya sesuai aturan

Sementara itu Anggota DPRD Afrizaldi dari Fraksi PAN memberikan penghormatan atas berbagai capaian yang telah diraih oleh kelompok seni sinoman hadrah ashabah, menurutnya ini suatu hal yang luar biasa, kelompok-kelompok seni seperti ini harus selalu disupport dan diberiakan ruang agar bisa lebih luas dalam mengekspresikan jiwa seninya, kebudayaan seperti harus mendapat tempat dan menjadi focus perhatian pemerintah, kita jangan sampai terlena dengan masuknya pengaruh-pengaruh budaya luar yang tanpa kita sadari bisa menenggelamkan budaya daerah sendiri, kesenian dan budaya daerah harus diberikan panggung utama agar bisa terus berkembang dan menjadi kebanggan dan membawa harum nama daerah baik ditingkat nasional ataupun internasional.
Kesenian Sinoman Hadrah merupakan seni tradisional khas Banjar yang bernafaskan Islam.
Sinoman Hadrah merupakan kesenian yang sangat jelas mendapat warna Islam dan bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di Kalimantan terutama di Kalimantan Selatan.
Sinoman hadrah adalah kesenian yang memadukan seni suara (qasidah) dan seni tari. Syair-syair yang dinyanyikan berisi puji-pujian dan sanjungan kepada Rasulullah, dan juga syair-syair yang berisikan nasehat – nasehat dan petuah, dimana pesan pesan tersebut dilantunkan dengan penuh kegembiraan dan perasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *