PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.COM – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menjadi sorotan utama.
Di bawah kepemimpinan Pj Bupati Tala, sejumlah program inovatif dan dukungan intensif terhadap petani terus dilakukan demi mewujudkan Tanah Laut Gemilang.
Kabid Hortikultura Distanhorbun Tala, Al Malik, mengungkapkan bahwa komoditas cabai dan bawang merah menjadi perhatian utama dalam upaya pengendalian inflasi di daerah.
“Pemerintah daerah secara aktif memberikan dukungan melalui berbagai program yang menunjang pengembangan hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah,” ujarnya pada Senin (2/12/2024) di Kecamatan Pelaihari.
Selama tahun 2024, pemerintah memberikan bantuan sebanyak 18 ribu bibit cabai yang didistribusikan merata di sepuluh kecamatan. Selain itu, program insentif fiskal juga diselenggarakan, meliputi pemberian sarana produksi untuk pengembangan cabai seluas 36 hektar yang melibatkan 18 kelompok tani. Sedangkan untuk bawang merah, program ini mencakup empat kelompok tani dengan total lahan dua hektar.
“Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan Pj Bupati Tala yang membuka akses terhadap program APBD Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan produksi hortikultura, khususnya untuk pengendalian inflasi,” jelas Al Malik.
Di Dusun Jayau, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, petani bawang merah telah menunjukkan keberhasilan yang luar biasa.
Berkat alokasi dana dari pusat dan Provinsi Kalsel pada tahun 2023, budidaya bawang merah berkembang di lahan seluas 27 hektar yang tersebar di Desa Bumi Jaya, Desa Sumber Mulya, Kecamatan Takisung, dan Kecamatan Panyipatan.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi petani lain untuk mengembangkan budidaya bawang merah,” tambah Al Malik.
Program ini mencerminkan semangat kerja keras (Bagawi Bahimat) untuk kemajuan bersama (Barakat Gasan Barataan).
Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Kabupaten Tanah Laut diharapkan mampu menjadi daerah percontohan dalam ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui sektor hortikultura. (MN)