Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

IDI Kotabaru Beri Sosialisasi Kepada Olahrahawan Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Untuk Henti Jantung

  • Bagikan

Postkalimantan.com – Kotabaru. Kerjasama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Kotabaru bersama penggiat olahraga, Balakar mengadakan Pelatihan dan Penyuluhan Kesehatan untuk awam di gedung Bulutangkis GOR Kotabaru jalan Hasan Basri, Kecamatan Pulau Laut Utara, kabupaten Kotabaru, Sabtu (21/10/2023).

Peserta diberi materi pelatihan penanganan awal henti Jantung dan cedera untuk masyarakat awam yang disampaikan oleh dr. M. Rosyhan. S dan dr. Jessica Natasya Tanjung.

Kerja sama tersebut dalam rangka menyikapi peristiwa yang terjadi akhir – akhir ini. Ada ditemukan para penggiat olahraga (olahragawan) yang lain ketika sedang berolah raga, tiba – tiba jantungnya berhenti bekerja.

Sehingga pada kondisi tersebut, IDI Kotabaru mengadakan pelatihan untuk memberikan pertolongan pertama kepada para olahragawan yang jika ditemukan awal henti Jantung dan cedera.

Baca Juga !  Tolak Perppu Cipta Kerja, DPC SPSI Banjarmasin Bakal Lakukan Aksi Sejuta Buruh Bulan Ini

Dalam keterangannya, Ketua IDI Kotabaru, dr. Andrianor Rahman, Sp.N menyatakan, pelatihan digelar upaya untuk meminimalisir seseorang mengalami resiko kegagalan jantung, karena terlambat menerima pertolongan pertama.

Ia menilai, setelah mereka mendapat pelatihan itu, minimal bisa mengenali, dan setelah mengenali bisa memberikan tindakan awal sebelum dipanggilkan ambulan dan tim medis.

“Jadi, apa yang disampaikan narsum, dr. Jessica, kalau misalnya sedang terjadi sakit jantung, sedangkan kita terlambat satu menit, maka kita akan kehilangan 10 persen kemungkinan keberhasilan dalam menyelamatkan pasien.

Ia mengatakan bahwa pelatihan ini tentu sangat besar manfaatnya bagi para peserta.

Ia menilai bahwa jika mereka tidak dibekali dengan ilmu yang cukup dan ilmu memberikan pertolongan pertama pada peristiwa henti jantung.

Baca Juga !  Momentum Harjad ke-74 Kalsel, KRBB Kalsel minta Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah

“Tentu jika mereka menemukan peristiwa yang serupa tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi hanya menonton dan menepuk – nepuk pipi dan anggota tubuh yang lainnya,” katanya.

Kemudian cedera, dalam hal ini tentunya tidak hanya terjadi pada saat olahraga, bisa juga terjadi pada saat kecelakaan dan lain sebagainya.

“Paling tidak ilmu yang mereka peroleh dapat dipraktikan. Jadi teman-teman Balakar tau, apa saja yang harus dilakukan dan sebaliknya, jika ada seseorang mengalami cedera.

Dalam kesempatan itu pula, dr. Andrianor berharap masyarakat Kotabaru, Bumi Sa-ijaan untuk bisa hadir mengikuti Penyuluhan Awam Deteksi Dini Gejala Stroke di Siring Rampa Berkah besok, Minggu, 22 Oktober 2023 Pukul 08.00-09.00, kegiatan terbuka untuk

Penulis: (Ardiansyah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *