
Postkalimantan.com – Kotabaru. Menjelang tibanya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Apel Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Kotabaru, Sebelimbingan. Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru, H. Eka Saprudin, AP., M.AP., memberikan arahan khusus terkait produktivitas ASN selama bulan puasa. Rabu, 18 Februari 2026.
Apel yang diikuti oleh pejabat struktural, fungsional, serta seluruh staf di lingkungan Pemkab Kotabaru ini diawali dengan pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 dan Panca Prasetya Korpri. Prosesi ini menjadi pengingat bagi setiap abdi negara akan nilai pengabdian, disiplin, dan profesionalisme. Pada kesempatan kali ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dipercaya sebagai petugas upacara.
Dalam amanatnya, Sekda menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum peningkatan iman, namun hal tersebut tidak boleh mengendurkan semangat kerja.
”Meski dalam suasana berpuasa, kami berharap kinerja tetap terjaga, bahkan meningkat. Triwulan pertama adalah fondasi penting bagi pelaksanaan program pembangunan. Jangan sampai ibadah menjadi alasan menurunnya pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sekda.
Selain memberikan motivasi, Sekda juga mensosialisasikan Surat Edaran mengenai penyesuaian jam kerja selama Ramadan 1447 Hijriah dengan ketentuan sebagai berikut:
Instansi 5 Hari Kerja:
• Senin – Kamis: 08.00–15.30 WITA
• Jumat: 08.00–10.30 WITA
Instansi 6 Hari Kerja:
• Senin – Kamis: 08.00–14.30 WITA
• Jumat: 08.00–11.00 WITA
• Sabtu: 08.00–11.30 WITA
Ketentuan ini mewajibkan jumlah kumulatif jam kerja minimal 32 jam 30 menit per minggu. Sekda menginstruksikan seluruh unit kerja untuk mematuhi aturan ini tanpa mengurangi target capaian yang telah ditetapkan.
Menutup arahannya, Sekda juga menyinggung langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Melalui dinas terkait, Pemkab Kotabaru telah menggencarkan pasar murah guna mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.
Apel diakhiri dengan pesan agar seluruh ASN senantiasa menjaga kesehatan dan profesionalitas, sehingga tugas kedinasan dan ibadah spiritual dapat berjalan beriringan dengan harmonis. (Rizky)





Leave a Reply