PLN Indonesia Power UBP Asam Asam Sukses Uji Coba Co-Firing Sawdust di Unit 5 & 6, Siap Percepat Transisi Energi Bersih

ASAM ASAM, POSTKALIMANTAN.com – Upaya percepatan transisi energi bersih kembali ditegaskan PLN Indonesia Power UBP Asam Asam. Hal itu dibuktikan melalui keberhasilan uji coba co-firing biomassa jenis sawdust (serbuk gergaji) pada Unit 5 dan Unit 6 yang berlangsung pada Rabu (29/10/2025).
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pengurangan porsi batubara dan pengendalian emisi di pembangkit.

Uji coba dilaksanakan dengan pengawasan ketat mulai dari stabilitas beban, kualitas pembakaran, performa boiler, hingga pemantauan emisi. Berdasarkan hasil evaluasi awal, sistem pembakaran campuran sawdust dan batubara berjalan stabil tanpa gangguan yang berpotensi mengganggu keandalan operasi unit.

Tim teknis melakukan penyesuaian komposisi biomassa secara bertahap sambil memantau temperatur, tekanan, dan respons boiler. Seluruh parameter operasional tercatat berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Manager Pengelolaan Energi Primer UBP Asam Asam, Rangga Mahesa, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim.
“Keberhasilan uji coba co-firing ini menjadi bukti bahwa pengurangan porsi batubara dapat dilakukan tanpa mengorbankan keandalan pembangkit. Ini langkah penting menuju operasi yang lebih hijau,” ujarnya.

Rangga menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas fungsi—mulai dari tim operasi, pemeliharaan, engineering, hingga unsur pendukung lainnya.
“Co-firing bukan hanya proyek teknis, tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Uji coba ini menjadi pilot project untuk menguji kesiapan peralatan, sistem, hingga prosedur kerja sebelum diterapkan secara lebih rutin. Evaluasi pasca uji coba akan meninjau aspek keselamatan, keekonomian, stabilitas operasi, hingga potensi pengaruh sawdust terhadap deposit boiler dan karakteristik abu.

Selain itu, seluruh proses uji coba menerapkan standar K3 secara ketat. Penanganan sawdust dilakukan dengan memperhatikan risiko debu, potensi kebakaran, hingga keselamatan pekerja. Tim K3 bersama tim operasi telah menyusun prosedur lengkap mulai dari jalur distribusi, penggunaan APD, hingga skenario penanganan darurat.

Rangga menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi momentum bagi UBP Asam Asam untuk terus mendorong budaya inovasi.
“Ke depan, co-firing biomassa harus mampu menjadi bagian pola operasi harian, tentunya dengan tetap menjaga keandalan dan keselamatan. Kita harus berani mencoba hal baru demi energi yang lebih bersih,” pungkasnya. (Pk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *