Tak Kapok! Kostum Badut Kembali Terjaring Operasi Penertiban di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com – Satpol PP Kota Banjarmasin kembali dibuat geleng-geleng kepala. Seorang pengemis berkostum badut kembali terjaring operasi penertiban di Simpang 4 Flyover Gatot Subroto (Gatsu) pada Jumat malam (28/11/2025). Lokasi ini sudah berulang kali menjadi titik yang sama di mana figur-figur badut jalanan muncul dan memaksa pengguna jalan merogoh kocek dengan dalih hiburan.

Tim Satpol PP yang dikomandoi Korlap Indra Jaya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat yang merasa keberadaan badut tersebut semakin meresahkan, terutama karena aksinya dilakukan di tengah padatnya arus lalu lintas malam hari.

Dalam operasi itu, pengemis berkostum kuning lengkap dengan kepala maskotnya tampak pasrah saat petugas membawanya ke pinggir jalan. Kostum yang semestinya menghibur anak-anak, justru berubah menjadi alat mencari belas kasihan di tengah hiruk-pikuk kota.

Korlap Indra Jaya menegaskan bahwa Satpol PP kehabisan kesabaran dengan pola yang terus berulang tanpa ada perubahan berarti.

“Kami sudah melakukan penertiban berkali-kali. Tapi tetap saja kembali ke jalan. Ini bukan sekadar mengganggu lalu lintas, tapi juga membahayakan diri mereka sendiri. Kami tidak bisa membiarkan kota ini semrawut karena perilaku yang sengaja mengabaikan aturan,” tegas Indra Jaya dengan nada tegas.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya tidak anti terhadap upaya warga mencari nafkah, namun metode yang dilakukan dengan berdiri di jalur kendaraan jelas tidak bisa ditoleransi.

“Carilah rezeki dengan cara yang lebih aman dan tidak menabrak aturan. Kalau sudah kami bina, jangan kembali lagi. Tapi faktanya, banyak yang tetap nekat,” tambahnya.

Seperti prosedur standar, pelaku diamankan di Pos Terung, selanjutnya dibawa dengan mobil patroli Satpol PP menuju Kantor, sebelum akhirnya diserahkan kepada Dinas Sosial untuk pendataan, asesmen, dan pembinaan lebih lanjut. Namun kenyataannya, pola ini terasa seperti lingkaran setan: ditertibkan—dibina—kembali lagi.

Indra Jaya menegaskan bahwa Satpol PP akan memperketat operasi malam hari, terutama menjelang akhir pekan ketika aktivitas pengemis dan pengamen jalanan meningkat.

“Kami tidak akan mentolerir praktik seperti ini. Ruang publik harus nyaman, lalu lintas harus aman. Kota ini harus tertib, dan kami akan pastikan itu,” tutupnya.

Penertiban malam ini kembali menjadi pengingat bahwa upaya menjaga ketertiban kota kerap berbenturan dengan realitas sosial yang terus berulang. Namun Satpol PP menegaskan, mereka tidak akan mundur dari tugas menjaga wajah kota tetap tertib. (Pk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *