PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanah Laut, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar ziarah akbar ke makam para pendiri dan tokoh yang berjasa dalam pembentukan serta pembangunan daerah. Agenda yang digelar pada Selasa (02/12/2025) itu berlangsung khidmat dan penuh penghormatan.
Kegiatan ziarah melibatkan jajaran Forkopimda, para asisten dan staf ahli Setda, kepala SKPD, Camat Pelaihari, hingga pimpinan perusahaan daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa momentum 60 tahun Tanah Laut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pengingat akan jasa para pendahulu.
Rombongan pertama dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, dengan tujuan Pemakaman Kuburan Muslimin. Di lokasi ini, mereka mendatangi sejumlah makam tokoh penting seperti H. M. Afham, H. M. Aini, H. Matran HB, EM. Hulaimi, Bustan HB, Ardiansyah, H. Suriansyah, H. Prawira, H. Parhan HB, H. Sulaiman, KH. Ramli, H. Sumari, H. Parhan Oensjar, Masna Chalid, M. Zubaidie, H. Humaidi, H. Durasit, KH. Abdul Jebar, Anang Kutai, hingga H. Choldanie.

Bupati Rahmat Trianto menyebutkan bahwa ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan komitmen untuk meneruskan visi para pendiri Tanah Laut. “Tanah Laut yang maju hari ini lahir dari perjuangan panjang para tokohnya. Kita harus menjaga nilai itu,” ungkapnya.
Sementara itu, rombongan kedua dipimpin Wakil Bupati Tanah Laut, dengan rute Pemakaman Habaib Pelaihari dan Makam Panca Kusuma. Beberapa tokoh yang diziarahi antara lain H. Nunci, Radhopan, H. Tijansyah Noor, H. Asmuni, H. M.N. Manwar, Hj. Noor Asliyah, H. Fransyah, H. Darmawan, H. Anang Imberan, dan Hasany.
Wabup menekankan bahwa para tokoh ini memiliki peran besar dalam perkembangan sosial, budaya, dan keagamaan di Tanah Laut.
Rombongan ketiga dipimpin Wakil Sekda Tanah Laut dengan tujuan Makam Sarang Halang di Jalan A. Yani. Selanjutnya, peserta ziarah melanjutkan perjalanan ke Telaga Daim serta Makam KH A. Nawawi Karang Jawa untuk berziarah ke makam Soepardjan, Abdul Wahid, dan H. Yuhyil Husna.
Ziarah akbar ini ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bahwa Tanah Laut tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh perjuangan panjang para pendirinya.
Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian resmi Hari Jadi ke-60 Tanah Laut dan menjadi momentum memperkuat identitas sekaligus komitmen membangun daerah yang lebih maju di masa mendatang. (MN)












Leave a Reply