BANJARBARU, POSTKALIMANTAN.com — Polda Kalimantan Selatan menegaskan komitmen reformasi internal sekaligus kepedulian sosial melalui kegiatan Integrasi Nilai-Nilai Reformasi Kultural Polri yang dirangkai dengan doa bersama dan penggalangan bantuan bagi korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025).
Acara yang berlangsung di Auditorium Polda Kalsel itu dihadiri berbagai tokoh dan elemen masyarakat, mulai dari Ustadz Dr. H. Das’ad Latif sebagai penceramah utama, unsur Forkopimda Kalsel, mahasiswa, komunitas ojek online, hingga para siswa pendidikan Tamtama SPN Polda Kalsel.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, menjelaskan bahwa Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai reformasi kultural yang selaras dengan rasa empati kepada masyarakat.
“Selain pembinaan internal, hari ini Polda Kalsel juga mengumpulkan donasi sebesar Rp 1 miliar untuk saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujar Adam Erwindi.
Tak hanya institusi, solidaritas juga datang dari masyarakat. Perwakilan driver ojek online turut menyumbangkan bantuan senilai Rp 5 juta, yang akan disalurkan bersama bantuan utama kepada daerah bencana.

Kapolda Kalsel juga menyoroti kondisi 13 siswa Tamtama SPN Polda Kalsel yang berasal dari provinsi terdampak bencana.
“Nantinya mereka akan menerima santunan sebagai bentuk perhatian dari Polda Kalsel terhadap keluarga mereka yang sedang menghadapi musibah,” tuturnya.
Dalam ceramahnya, Ustadz Das’ad Latif menyampaikan apresiasi atas langkah Polda Kalsel yang tidak hanya berfokus pada tugas pengamanan, tetapi juga hadir nyata membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Polisi bukan hanya menjaga kamtibmas. Hari ini mereka turut meringankan beban korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ini bentuk nilai kemanusiaan yang luar biasa,” katanya.
Ia juga menegaskan esensi tema kegiatan: Reformasi Kultural Polri.
“Kapolri sudah jelas mengatakan bahwa kritik kepada Polri adalah vitamin, gizi untuk memperbaiki institusi. Polri harus siap dikritik demi pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat bijak menjaga alam, khususnya di Kalimantan Selatan yang dianugerahi kekayaan sumber daya melimpah.
“Boleh memanfaatkan kekayaan alam, tetapi jangan berlebihan,” tutupnya. (Pk)












Leave a Reply