BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut semakin memantapkan langkah percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tanah Laut yang digelar pada Senin (15/12/2025) di Banjarmasin, secara luring dan daring.
Rapat koordinasi ini diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, hingga mitra strategis terkait. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi capaian program, sekaligus menyusun strategi lanjutan yang lebih terarah dan berdampak.
Plh. Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Akhmad Hairin, menyampaikan bahwa penanganan stunting telah menjadi kebijakan prioritas pimpinan daerah. Hal ini dibuktikan dengan telah diterbitkannya Peraturan Bupati tentang pencegahan dan penurunan stunting, pembentukan Tim TPPS, serta dukungan anggaran yang dialokasikan lintas perangkat daerah.
“Dukungan anggaran dan program tersebar di sejumlah SKPD, seperti Dinas P3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial, Dinas PMD, hingga kecamatan dan pemerintah desa. Semua bergerak sesuai peran dan fungsinya,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Pemkab Tanah Laut tidak hanya bertumpu pada program rutin, tetapi terus mendorong lahirnya inovasi kolaboratif. Salah satu program unggulan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang melibatkan langsung kepala daerah beserta jajaran dan mitra untuk mendampingi anak-anak berisiko stunting.
“Program GENTING telah berjalan sejak 2024 dan mendapat dukungan dari BKKBN Provinsi, Baznas, serta berbagai mitra lainnya. Ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting membutuhkan kepedulian bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli, saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa stunting bukan persoalan tunggal yang hanya berkaitan dengan sektor kesehatan. Menurutnya, persoalan ini juga erat kaitannya dengan pemenuhan gizi, sanitasi, lingkungan, hingga kondisi sosial masyarakat.
“Stunting tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan koordinasi yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Tanah Laut berharap seluruh pihak dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan sinergi yang terus diperkuat, percepatan penurunan stunting di Tanah Laut diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (MN)












Leave a Reply