Mutasi Perdana 2026, Gubernur Kalsel Tegaskan Integritas dan Kekompakan Pejabat

BANJARBARU, POSTKAKIMANTAN.com – Mengawali pekan pertama di Januari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menggulirkan mutasi dan promosi jabatan strategis. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melantik dan mengambil sumpah janji sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Selasa (6/1/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Idham Chalid, Perkantoran Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, dan menjadi sinyal dimulainya penguatan birokrasi Pemprov Kalsel dalam menghadapi tantangan pembangunan tahun 2026.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby yang mendampingi suaminya Riandi Hidayat, para Tenaga Ahli Gubernur, seluruh kepala SKPD, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pelantikan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyegarkan organisasi pemerintahan sekaligus memastikan roda birokrasi berjalan lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Daftar Pejabat yang Dilantik
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin memercayakan sejumlah posisi kunci kepada pejabat baru maupun pejabat hasil rotasi, yakni:

• Noryadi – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)

• Ronny Eka Saputra – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

• Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

• M. Yasin Toyib – Kepala Dinas PUPR

• Dany Matera Saputra – Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran

• Heru – Wakil Direktur Non Medik RSUD Ulin

• dr. Agung Ary Wibowo – Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin

• Riandi Hidayat – Kepala Biro Administrasi Pembangunan

• Eddy Ilmansyah Jaya – Kepala Biro Perekonomian

• Ma’ruf Rizani – Kepala Biro Umum

• Fahrurazi – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik tidak memiliki waktu adaptasi yang panjang. Ia meminta seluruh pejabat segera bekerja, membangun komunikasi, dan menjaga soliditas organisasi.

“Tidak ada batasan waktu untuk beradaptasi. Segera lakukan silaturahmi, baik dengan atasan maupun bawahan. Semua harus kompak,” tegas Muhidin.

Lebih lanjut, Gubernur juga menekankan pentingnya peran pejabat eselon III dalam memberikan penilaian objektif terhadap kinerja atasan mereka sebagai bahan evaluasi kepemimpinan.
Tak hanya itu, Muhidin memastikan dirinya akan melakukan pengawasan langsung terhadap kinerja jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel.

“Mulai tahun 2026 ini, saya akan mengontrol langsung kinerja para pejabat. Integritas dan hasil kerja menjadi ukuran utama,” pungkasnya.

Pelantikan ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. (Pk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *