TANAH LAUT, POSTKALIMANTAN.com — Kondisi banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Laut mulai menunjukkan perkembangan positif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut mencatat adanya tren penurunan debit air yang konsisten di beberapa titik terdampak, seiring membaiknya kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir, Kamis (8/1/2026).
Kepala BPBD Tanah Laut, Aspi, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan terbaru menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) mengalami penurunan berkisar antara 2 hingga 7 sentimeter di tiga kecamatan. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal awal menuju normalisasi kondisi wilayah terdampak banjir.
“Tren penurunan sudah terlihat cukup konsisten, terutama di Kecamatan Bati-Bati dan Bumi Makmur. Hal ini dipengaruhi oleh cuaca yang mulai panas serta minimnya curah hujan,” ujar Aspi.

Berdasarkan data lapangan BPBD, penurunan TMA tercatat di sejumlah lokasi, antara lain:
• Kecamatan Bati-Bati, Desa Benua Raya, TMA turun 5 sentimeter, dari sebelumnya 66 cm menjadi 61 cm.
• Kecamatan Kurau, wilayah Handil Negara, mencatat penurunan paling signifikan, yakni 7 sentimeter, dari 81 cm menjadi 74 cm.
• Kecamatan Bumi Makmur, tepatnya di Handil Birayang Bawah, TMA berkurang 6 sentimeter, dari 65 cm menjadi 59 cm.
BPBD memastikan hingga saat ini tidak terdapat penambahan titik pengungsian maupun wilayah terdampak baru. Aktivitas pemantauan dan kesiapsiagaan tetap dilakukan guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Aspi menegaskan, meski kondisi mulai membaik, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan siap mengambil langkah cepat jika terjadi eskalasi,” pungkasnya. (MN)












Leave a Reply