Banjir Bati-Bati Berangsur Surut, Enam Desa Masih Bertahan Hadapi Genangan

BATI-BATI, POSTKALIMANTAN.com – Kondisi banjir yang melanda Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan menyusut sekitar 20 sentimeter. Meski demikian, hingga Minggu (11/1/2026), enam desa masih terdampak dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Dari enam desa tersebut, Desa Benua Raya menjadi wilayah dengan dampak terparah. Sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing, sementara lainnya memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat di desa sekitar atau ke sejumlah posko yang telah disiapkan.

Camat Bati-Bati, Noor Hilmi, mengatakan bahwa pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan memastikan distribusi bantuan berjalan merata.

“Kondisi ini masih menjadi perhatian kami. Bantuan dari perusahaan maupun pihak lainnya terus disalurkan ke desa-desa terdampak sesuai kebutuhan,” ujar Noor Hilmi saat meninjau Posko Ubudiyah Peduli.

Posko Ubudiyah Peduli sendiri menjadi salah satu pusat penerimaan sekaligus pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak. Seluruh bantuan yang masuk dicatat secara tertib guna menjamin transparansi dan akuntabilitas penyaluran kepada masyarakat.

Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bati-Bati terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan banjir dapat berjalan optimal, mulai dari pendataan pengungsi, distribusi logistik, hingga pemantauan kondisi kesehatan warga.

Sementara itu, warga Desa Benua Raya yang terdampak cukup parah banyak memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga di wilayah lain. Harapan besar disampaikan masyarakat agar curah hujan segera berkurang, sehingga genangan air dapat surut sepenuhnya dan aktivitas warga kembali normal. (MN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *