BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jum’at (16/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Selatan ini berlangsung khidmat dan sarat nuansa religius.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman, M.AB, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd, bersama jajaran pimpinan SKPD dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel.
Suasana religius terasa sejak awal kegiatan. Lantunan syair sholawat Maulid Nabi dikumandangkan dan menggema di seluruh ruangan, menghadirkan ketenangan serta kekhusyukan bagi para hadirin.
Sholawat tersebut menjadi pembuka yang menyejukkan hati, mengingatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel H. Muhidin menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak penting dalam perjalanan spiritual umat Islam, karena di dalamnya Allah SWT mewajibkan salat lima waktu sebagai tiang agama.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai fondasi kehidupan. Jika salat terjaga, maka insya Allah akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah juga akan terjaga,” ujar H. Muhidin.
Gubernur juga mengajak seluruh ASN Pemprov Kalsel untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah, sehingga setiap tugas yang dijalankan tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.

Tausiah keagamaan disampaikan oleh KH. Qomaruddin (Guru Busu) yang mengajak jamaah merenungi makna Isra Mi’raj sebagai perjalanan ruhani Rasulullah SAW yang sarat pelajaran tentang ketaatan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Salat adalah hadiah langsung dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Dari salat yang khusyuk akan lahir pribadi yang tenang, jujur, dan berakhlakul karimah,” tutur Guru Busu.
Selain itu, tausiah juga disampaikan oleh Habib Jindan bin Noval bin Salim bin Jindan, yang menekankan pentingnya memperbanyak sholawat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kekuatan iman bagi seluruh masyarakat serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi momentum spiritual untuk meneguhkan kembali nilai keimanan, memperkuat akhlak, serta membangun pemerintahan yang amanah, berintegritas, dan diridhai Allah SWT. (Pk)












Leave a Reply