Stunting Turun di Tanah Laut, Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Perempuan Terus Diperkuat

PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tanah Laut terus menunjukkan hasil positif. Meski tren penurunannya mulai terlihat, pemerintah daerah menegaskan bahwa perjuangan melahirkan generasi sehat tetap membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi semua pihak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB3A) Tanah Laut, Mari Ulfah, mengapresiasi kegiatan edukasi pencegahan stunting yang digelar oleh BP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui DP2KB3A turut memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan itu juga dihadiri berbagai unsur organisasi perempuan di daerah, di antaranya Ketua TP PKK Tanah Laut, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanah Laut, Ketua DWP Tanah Laut, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, sebanyak 50 peserta mengikuti pembekalan terkait pencegahan stunting. Mereka terdiri dari 10 calon pengantin, 10 ibu hamil, dan 30 remaja putri, yang dinilai menjadi kelompok penting dalam upaya pencegahan sejak dini.

Mari Ulfah menegaskan, upaya menekan angka stunting tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan saja, tetapi juga menyasar berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Laut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak awal, bahkan sejak sebelum pernikahan. Karena itu edukasi kepada remaja putri, calon pengantin, hingga ibu hamil menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, DP2KB3A secara teknis juga terus mendukung berbagai organisasi perempuan di Tanah Laut melalui beragam gerakan sosial dan program edukasi, termasuk kolaborasi bersama TP PKK Tanah Laut.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui sosialisasi atau penyuluhan semata. Dibutuhkan langkah nyata seperti intervensi makanan bergizi, pemenuhan nutrisi yang cukup bagi ibu dan anak, hingga penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.

“Semua pihak nantinya harus berkolaborasi untuk mencegah stunting, tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga melalui intervensi makanan, pemenuhan nutrisi, dan berbagai langkah nyata lainnya. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga tengah menggagas penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) terkait pencegahan perkawinan anak. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting, mengingat pernikahan usia dini kerap menjadi salah satu faktor risiko lahirnya anak dengan kondisi kekurangan gizi.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan upaya pencegahan stunting di Tanah Laut semakin kuat, sehingga anak-anak di daerah ini dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi masa depan yang berkualitas. (MN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *