TANAH LAUT, POSTKALIMANTAN.com – Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di lingkungan PLTU Asam Asam terasa lebih hidup dan bermakna. PLN Indonesia Power UBP Asam Asam menghadirkan kegiatan Kajian Tematik Ramadhan sebagai ruang penguatan spiritual yang digelar rutin di Masjid Al-Mujahidin, Jumat (6/3).
Kegiatan ini berlangsung setiap hari kerja usai salat Dzuhur, diikuti oleh pegawai hingga mitra kerja yang berada di kawasan operasional pembangkit. Tak sekadar agenda seremonial, kajian ini dirancang menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan dinamika kehidupan modern.
Beragam tema disajikan secara sistematis, menyentuh aspek ibadah, etika kerja, hingga pembentukan karakter. Tujuannya jelas—membentuk insan perusahaan yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga kokoh dalam integritas dan akhlak.
Di tengah tuntutan menjaga keandalan sistem kelistrikan, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam justru menegaskan bahwa keseimbangan antara kinerja dan spiritualitas adalah fondasi utama.
Kajian ini pun diposisikan sebagai bagian dari program employee wellbeing—sebuah pendekatan yang menempatkan kesehatan mental dan spiritual sebagai elemen penting produktivitas.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam, Reo Yanuar Hadi, menegaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus kualitas ibadah pegawai.
“Kami ingin menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual. Kajian ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara profesionalisme dan keimanan adalah kunci dalam memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar rutinitas, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antarpegawai. Interaksi yang terbangun dalam nuansa religius diharapkan mampu menciptakan harmoni di lingkungan kerja yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja.
Melalui semangat Ramadhan, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul secara utuh—tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual. (MN)












Leave a Reply