Kolaborasi TNI dan Daerah, Jembatan Perintis Garuda Siap Ubah Wajah Akses Desa

PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Harapan masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Tanah Laut untuk menikmati akses transportasi yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Handil Labuan Amas, Kecamatan Bumi Makmur, Senin (6/4/2026).

Proyek ini menjadi bagian dari langkah strategis jajaran TNI melalui program Kodam XXII/Tambun Bungai yang diimplementasikan oleh Kodim 1009/Tanah Laut. Kehadirannya tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membuka jalur kehidupan baru bagi masyarakat desa yang selama ini terkendala kondisi geografis.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk konkret dukungan terhadap arah kebijakan nasional dalam pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok. Akses yang sebelumnya terbatas kini diharapkan mampu terhubung, membuka peluang ekonomi sekaligus mempercepat pelayanan publik.

Komandan Kodim 1009/Tanah Laut, Letkol Inf. Adhy Irawan, yang mengikuti kegiatan secara daring, menyampaikan amanat Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Dalam pesannya ditegaskan, proyek ini menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membangun negeri.

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini adalah bagian dari bakti TNI untuk negeri. Nama ‘Perintis Garuda’ mencerminkan semangat kepeloporan dalam membuka akses kemajuan di wilayah pelosok,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar sarana penghubung, jembatan ini diyakini akan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas masyarakat. Mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.

Pangdam juga menekankan pentingnya kualitas pembangunan. Seluruh personel Satgas Konstruksi diminta menjaga standar pekerjaan serta mengutamakan keselamatan, agar jembatan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Dukungan penuh yang mengalir dari berbagai elemen menjadi penanda bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek, melainkan harapan bersama untuk masa depan yang lebih terhubung dan sejahtera. (MN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *