Tak Sekadar Bela Diri, Sambo Kalsel Lahirkan Petarung Bermental Juara

BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com – Denyut perkembangan olahraga bela diri Sambo di Kalimantan Selatan kian terasa. Ratusan fighter dari berbagai usia tampak memadati pusat latihan di RCHAMP Banjarmasin, Selasa (14/4/2026), menandai semakin besarnya minat terhadap cabang olahraga yang berasal dari Rusia tersebut.

Di bawah atap bangunan sederhana namun sarat semangat, para atlet menjalani latihan intensif—mulai dari pemanasan, teknik bantingan, hingga simulasi pertarungan. Suasana penuh energi dan disiplin menjadi gambaran nyata bahwa Sambo bukan sekadar olahraga, melainkan proses pembentukan karakter.

Sambo sendiri dikenal sebagai olahraga bela diri yang lahir dari tradisi militer Rusia, dan kini berkembang menjadi cabang olahraga prestasi di Indonesia. Bahkan, eksistensinya telah diakui dengan dipertandingkannya Sambo pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatera Utara–Aceh.

Olahraga ini terbagi dalam dua kategori utama, yakni sport sambo dan combat sambo. Sport sambo menggabungkan teknik dari gulat dan judo, dengan fokus pada bantingan dan kuncian. Sementara combat sambo menghadirkan pertarungan yang lebih kompleks, menyerupai tarung bebas dengan sistem poin, pukulan, tendangan, serta teknik kuncian.

Di Kalimantan Selatan, perkembangan Sambo telah berlangsung sekitar tujuh tahun dan menunjukkan tren yang terus meningkat. Tidak hanya dari sisi jumlah atlet, tetapi juga dari prestasi yang berhasil ditorehkan.

Pelatih senior Sambo Kalsel, M Ricky Fajar, mengungkapkan bahwa capaian atlet daerah sudah mulai diperhitungkan di level nasional bahkan internasional.

“Perkembangan Sambo di Kalsel sangat positif. Kami tidak hanya fokus pada kuantitas, tapi juga kualitas. Alhamdulillah, atlet-atlet kita sudah mampu bersaing dan membawa nama daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada ajang PON Sumatera Utara–Aceh 2022, kontingen Sambo Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih dua medali perak dan dua medali perunggu.

“Itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan di jalur yang tepat. Ke depan, target kami tentu lebih tinggi—bisa meraih emas dan menembus level internasional lebih luas,” lanjutnya.

Berlokasi di Jalan Pulau Laut No.21, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, RCHAMP kini menjadi pusat pembinaan utama Sambo di daerah. Tempat ini tak hanya menjadi arena latihan, tetapi juga ruang lahirnya semangat juang dan solidaritas antar atlet.

Dengan jumlah peserta yang kini mencapai ratusan fighter, Sambo di Kalimantan Selatan menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Kombinasi latihan fisik, teknik, serta mental menjadi fondasi kuat dalam mencetak atlet-atlet berprestasi.

Di tengah persaingan olahraga yang semakin ketat, Sambo hadir sebagai alternatif sekaligus harapan baru—membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berprestasi, dari Banua untuk Indonesia. (Pk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *