TANAH LAUT, POSTKALIMANTAN.com — Di tengah tuntutan operasional pembangkit listrik yang terus berjalan, upaya menjaga keseimbangan dengan alam menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan. Menyambut Hari Bumi 2026, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam menunjukkan langkah konkret melalui inspeksi langsung kawasan konservasi bekantan di sekitar PLTU Asam Asam, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, inspeksi menjadi bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memastikan bahwa keberadaan industri energi tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, khususnya bagi satwa endemik Kalimantan seperti bekantan.
Dipimpin langsung oleh Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam bersama jajaran manajemen, serta melibatkan unsur K3, lingkungan, keamanan, hingga PIKK, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi lintas fungsi dalam menjaga kawasan konservasi tetap terawat.
Rangkaian inspeksi dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang menjadi bagian penting dari habitat bekantan. Dari atas perahu, tim melakukan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi lingkungan, sekaligus mengamati aktivitas bekantan di habitat alaminya.
Langkah ini menjadi penting untuk memastikan bahwa ekosistem di sekitar wilayah operasional pembangkit tidak mengalami gangguan signifikan.
Observasi langsung juga memberikan gambaran nyata tentang kondisi populasi dan perilaku satwa, yang menjadi indikator kesehatan lingkungan secara keseluruhan.

Kawasan konservasi bekantan di sekitar PLTU Asam Asam selama ini menjadi salah satu simbol komitmen perusahaan dalam menjaga keanekaragaman hayati. Di tengah aktivitas industri, ruang hidup satwa tetap diupayakan terjaga—sebuah pendekatan yang menekankan pentingnya harmoni antara pembangunan dan pelestarian.
Momentum Hari Bumi pun dimaknai sebagai refleksi bersama bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan tidak bisa ditunda. Dunia industri, termasuk sektor energi, memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan ekosistem tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam menegaskan bahwa penyediaan energi listrik tidak harus mengorbankan lingkungan.
Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan, dengan komitmen, pengawasan, dan aksi nyata di lapangan.
Ke depan, kawasan konservasi ini diharapkan terus menjadi habitat yang aman dan nyaman bagi bekantan, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan dan pelestarian alam dapat berjalan dalam satu napas yang sama. (MN)












Leave a Reply