BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-500 (Setengah Abad) Kota Banjarmasin, geliat positif anak muda mulai terasa. Bukan lewat hingar-bingar semata, melainkan melalui gerakan sederhana namun sarat makna: Betampar Besipak.
Rabu malam (15/4/2025), sejumlah penggagas gerakan ini mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, dalam pertemuan santai di rumah dinas Dharma Praja. Duduk bersama dalam suasana akrab, secangkir kopi dan obrolan ringan justru melahirkan gagasan besar: menghadirkan ruang sehat bagi generasi muda.
Wali kota merespons positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan, seluruh peserta nantinya akan mendapatkan medali sebagai bentuk apresiasi, sementara mereka yang menunjukkan prestasi akan memperoleh piala serta uang pembinaan sebagai bentuk motivasi berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kegiatan, tapi investasi sosial. Anak muda harus punya ruang untuk berkembang, bukan terjerumus,” menjadi semangat yang tergambar dari pertemuan itu.
Betampar Besipak: Melawan dengan Cara Berkelas
Di balik namanya yang khas Banjar, Betampar Besipak bukanlah ajang kekerasan. Justru sebaliknya—ini adalah perlawanan terhadap tawuran dan narkoba, dikemas dalam bentuk sparing sehat di atas matras.
Perwakilan penggagas, Azhar, menjelaskan bahwa konsep ini lahir dari keresahan yang nyata di tengah masyarakat.
Alih-alih meluapkan emosi di jalanan, para pemuda diajak “bertarung” dalam aturan yang jelas: hanya 1 menit per ronde, maksimal dua ronde, tanpa menang-kalah, tanpa taruhan, dan tanpa gengsi.
“Lebih baik keringat di gelanggang, daripada masalah di jalan,” ujarnya.
Dari Lawan Jadi Kawan
Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini membawa misi sosial yang kuat. Mereka yang sebelumnya asing, bahkan berpotensi berseteru, dipertemukan dalam satu ruang yang sama—untuk saling mengenal, bukan saling menjatuhkan.
Di atas matras, tidak ada musuh. Yang ada hanyalah sesama anak muda yang sedang belajar mengendalikan diri, menghormati lawan, dan membangun persaudaraan.
Perlahan, stigma negatif terhadap kumpulan pemuda pun diharapkan bergeser. Dari yang sebelumnya identik dengan keributan, menjadi simbol aktivitas positif yang terorganisir dan bermanfaat.
Energi yang Diarahkan, Bukan Ditekan
Fenomena tawuran dan penyalahgunaan narkoba kerap berakar dari satu hal: energi muda yang tidak tersalurkan. Betampar Besipak hadir sebagai jawaban.
Dengan latihan rutin, komunitas yang solid, serta aktivitas yang menyehatkan fisik dan mental, para pemuda memiliki alternatif nyata untuk mengisi waktu dan membangun jati diri.
Tidak ada biaya, tidak ada keuntungan pribadi panitia. Semua berjalan atas dasar kepedulian—murni untuk menciptakan ruang aman dan positif.
Menuju 24 September 2026: Banjarmasin Memilih Jalan yang Berbeda
Memasuki usia ke-500 tahun pada 24 September 2026, Banjarmasin tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga menata masa depan. Gerakan seperti Betampar Besipak menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana—dari komunitas kecil, dari niat yang tulus.
Sebuah pesan kuat pun mengemuka dari gerakan ini:
“Kami pilih keringat, bukan darah. Pilih saudara, bukan musuh. Pilih matras, bukan penjara.”
Dan mungkin, di sanalah masa depan kota ini sedang dibentuk—pelan, tapi pasti. (Pk)












Leave a Reply