Tangis Haru Iringi Keberangkatan Haji Kloter Pertama, Gubernur Titip Doa untuk Banua

Awal Perjalanan Suci, Doa Mengalir dari Tanah Banua

BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com – Lantunan talbiyah menggema, membelah malam yang khidmat. “Labbaik Allahumma Labbaik…” menjadi saksi awal perjalanan suci ratusan jemaah haji asal Banjarmasin yang dilepas penuh haru.

Sebanyak 360 jemaah Kloter 1 resmi dilepas oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kamis (23/4/2026) malam. Prosesi berlangsung khusyuk, ditandai penyerahan bendera Merah Putih sebagai simbol dimulainya perjalanan menuju Tanah Suci.

Tangis haru dan doa mengiringi langkah para tamu Allah yang akan bertolak melalui Bandara Syamsuddin Noor pada Jumat dini hari.

Musim haji tahun ini, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan total 6.758 jemaah dari dua provinsi: Kalimantan Selatan (5.199 orang) dan Kalimantan Tengah (1.559 orang).

Seluruhnya akan diberangkatkan dalam 19 kloter, didukung 76 petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat. Tambahan 34 petugas haji daerah turut memastikan pelayanan maksimal bagi para jemaah.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa ibadah haji adalah panggilan mulia dari Allah SWT yang patut disyukuri.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah perbedaan cuaca ekstrem di Tanah Suci.

“Jaga fisik, cukup minum, dan patuhi arahan petugas kesehatan,” pesannya.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan ketulusan niat selama beribadah.

“Jaga kekompakan, saling tolong-menolong, dan luruskan niat,” tambahnya.

Di momen penuh makna itu, Gubernur turut menitipkan doa untuk Kalimantan Selatan.

“Kami mohon doakan banua agar selalu aman, tenteram, dan penuh keberkahan,” ucapnya.

Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid, mengingatkan keutamaan haji mabrur dengan mengutip hadis:

“Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.”

Ia mengajak seluruh jemaah memanfaatkan kesempatan ini dengan sepenuh hati dan keikhlasan.

Di antara jemaah, rasa haru tak terbendung. Syamsul Bahri, salah satu jemaah, mengaku telah menanti selama 15 tahun untuk momen ini.

“Alhamdulillah, ini puncak penantian kami. Semoga semua berjalan lancar dan kami kembali dengan selamat,” ujarnya.

Sebanyak 11 bus mengantar jemaah menuju bandara, menjadi tahap akhir sebelum mereka benar-benar meninggalkan tanah air menuju Tanah Suci.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan spiritual penuh makna—menggapai ridha Ilahi, membawa pulang harapan menjadi haji yang mabrur. (Pk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *