PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Momentum pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dimanfaatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan yang juga memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 ini diisi dengan pelatihan public speaking, Sabtu (4/4/2026), di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari.
Menghadirkan narasumber dari AS Academy Banjarmasin, para peserta—yang berasal dari berbagai organisasi wanita—dibekali teknik berbicara di depan umum serta strategi komunikasi efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua TP PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, menegaskan bahwa pemilihan materi public speaking bukan tanpa alasan. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial.
“Kenapa kita pilih public speaking? Supaya ibu-ibu bisa mengamalkan dan memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi itu ilmu paling tua, tapi juga paling penting,” ujarnya.
Ia menekankan, komunikasi bukan sekadar menyampaikan kata-kata, melainkan seni menyampaikan gagasan agar diterima dengan tepat oleh lawan bicara.
“Dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan maupun keluarga, kesalahan komunikasi bisa menimbulkan salah paham. Bagaimana pesan kita bisa diterima dengan baik, itu yang utama,” jelasnya.
Antusiasme peserta yang tinggi menjadi sinyal positif bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan. Ke depan, Hj. Dian bahkan berencana memperluas jangkauan program hingga menyasar kalangan pelajar.
“Keahlian komunikasi ini bisa dipelajari dan penting untuk semua. Tidak menutup kemungkinan nanti kita masuk juga ke sekolah-sekolah,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi berbagai organisasi wanita di bawah naungan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanah Laut, seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gatriwara, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, hingga Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.
Setiap bulannya, materi yang disuguhkan dalam pertemuan rutin ini terus berganti, mulai dari parenting, keterampilan memasak, hingga pengembangan diri.
“Bulan ini public speaking, sebelumnya ada parenting dan cooking class. Jadi materinya selalu variatif agar anggota mendapatkan wawasan yang luas,” tutup Hj. Dian. (MN)












Leave a Reply