Dari MUSPROV ke Target PON 2028: Afrizaldi Siapkan Lompatan Besar Sambo Kalsel

Aklamasi Menguat, Era Baru Sambo Kalsel Resmi Dimulai

BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com — Arus kebersamaan mengalir deras dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Sambo Indonesia Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kamis (23/4/2026). Dalam forum yang berlangsung hangat dan solid itu, H. Afrizaldi resmi didapuk sebagai Ketua PERSAMBI Kalsel masa bakti 2026–2030.

Tak ada dinamika panjang ataupun tarik ulur kepentingan. Afrizaldi melenggang mulus melalui mekanisme aklamasi—sebuah penegasan bahwa dukungan dari seluruh pengurus kabupaten/kota berada dalam satu barisan yang sama.

Momentum ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa sambo Kalimantan Selatan tengah memasuki babak baru, dengan harapan besar untuk melesat lebih kompetitif di level nasional.

Mengawali kepemimpinannya, Afrizal langsung menegaskan arah gerak organisasi. Ia menempatkan pembinaan atlet sebagai prioritas utama—bukan sekadar program, tetapi fondasi jangka panjang.

Menurutnya, prestasi tidak lahir dari proses instan. Dibutuhkan sistem yang terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan sejak usia dini.

“Pembinaan atlet harus dimulai dari bawah, dari junior hingga senior. Semua harus ditangani secara serius agar kita benar-benar mencetak atlet berprestasi, bukan sekadar peserta,” tegasnya.

Pendekatan ini menandai perubahan paradigma: dari sekadar partisipasi menuju prestasi yang terukur dan berkelanjutan.

Tak berhenti di pembinaan atlet, Afrizal juga menyiapkan langkah strategis lainnya. Peningkatan kualitas pelatih menjadi fokus penting, seiring kebutuhan akan metode latihan yang semakin modern dan kompetitif.

Di sisi lain, ia mendorong penguatan kompetisi tingkat daerah sebagai “mesin jam terbang” bagi atlet. Kompetisi yang rutin dan berkualitas diyakini akan melahirkan mental tanding yang tangguh.

Dengan ekosistem yang saling terhubung—pengurus, pelatih, atlet, hingga dukungan pemerintah dan KONI—Afrizal optimistis sambo Kalsel mampu menembus batas-batas prestasi yang selama ini belum tergapai.

Sorotan utama dalam roadmap kepemimpinannya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ajang multi-event terbesar di Indonesia itu menjadi target nyata untuk mengukur keberhasilan pembinaan yang dijalankan.

Afrizal tak sekadar ingin hadir, tetapi menargetkan performa kompetitif yang mampu bersaing dengan provinsi lain.

“Dengan sinergi yang kuat, kami yakin sambo Kalimantan Selatan bisa berbicara banyak di tingkat nasional,” ujarnya penuh keyakinan.

Terpilihnya Afrizal bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini adalah titik awal dari harapan baru—tentang kebangkitan prestasi, penguatan organisasi, dan lahirnya atlet-atlet unggulan masa depan.

Di bawah kendalinya, PERSAMBI Kalsel diharapkan tak hanya eksis, tetapi juga menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan dalam peta olahraga nasional.

Sambo Banua kini tak lagi sekadar berjalan—ia bersiap untuk melompat lebih jauh. (Pk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *