Dari Kota hingga Desa, Pasar Murah Jadi Andalan Jaga Stabilitas Harga
PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut kembali mengintensifkan langkah pengendalian harga melalui gelaran pasar murah. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Lapangan Pertasi Kencana, Kamis (23/4/2026), dengan melibatkan berbagai pihak dalam satu kolaborasi yang kian solid.
Tak sekadar agenda seremonial, pasar murah menjadi instrumen strategis pemerintah daerah untuk meredam gejolak harga kebutuhan pokok yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskumdag) Tanah Laut, Khairul Rizal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi berkelanjutan antara pemerintah kabupaten dan provinsi, termasuk dukungan dari para pelaku usaha.
“Partisipasi 15 vendor dari provinsi ditambah pelaku usaha lokal menunjukkan kolaborasi ini terus terjaga dan diperkuat,” ujarnya.
Yang membedakan program ini, pasar murah tidak hanya digelar di pusat kota. Pemerintah justru memperluas jangkauan hingga ke desa dan kecamatan, terutama wilayah dengan tingkat kesejahteraan yang masih perlu perhatian lebih.
Khairul memastikan, program ini dirancang menyentuh masyarakat secara langsung dan tepat sasaran.
“Dalam setahun, kita targetkan sekitar 50 kali pelaksanaan. Fokusnya desa-desa pada desil 1 sampai 5, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi hadir nyata di lapangan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi, yang membacakan sambutan Bupati, menegaskan bahwa pasar murah merupakan bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Menurutnya, momentum hari besar keagamaan selalu diiringi peningkatan permintaan, yang berpotensi memicu kenaikan harga.
“Pasar murah ini hadir untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan stok, serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu ketidakseimbangan pasar.
Program pasar murah di Tanah Laut kini tak lagi sekadar rutinitas tahunan, melainkan telah menjadi strategi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan frekuensi hingga 50 kali dalam setahun dan jangkauan hingga ke desa, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika harga.
Di tengah potensi gejolak pasar jelang Iduladha, langkah ini menjadi sinyal tegas: negara hadir, bukan hanya mengawasi, tetapi juga turun langsung memastikan kebutuhan rakyat tetap terjangkau. (MN)












Leave a Reply