TANAH LAUT, POSTKALIMANTAN.com – Komitmen menjadikan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung unggulan di Kalimantan Selatan kian diperkuat. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema Akselerasi Kabupaten Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung Kalimantan Selatan Menuju Indonesia Emas 2045, berbagai elemen strategis duduk bersama di Gedung Balairung Pelaihari, Jumat (20/2).
FGD tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan, dan dihadiri jajaran pejabat utama Polda Kalsel, Kapolres Tanah Laut beserta seluruh Kapolsek, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut Hj. Endang Isnawangsih, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Ir. M. Faried Widyatmoko, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Penyuluh Swadaya (PPS), hingga seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanah Laut.
Pertemuan ini bukan sekadar diskusi biasa. Ia menjadi titik awal konsolidasi besar untuk mengembalikan kejayaan Tanah Laut sebagai lumbung jagung di Kalimantan Selatan — sekaligus kontribusi nyata menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar isu sektor pertanian, melainkan agenda strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk institusi kepolisian.
Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas kini semakin luas. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak di desa-desa, menjadi fasilitator, motivator, sekaligus jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.
“Pendampingan yang intensif dan berkelanjutan akan menjadi kunci agar produktivitas jagung meningkat, kualitas panen terjaga, dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa percepatan Tanah Laut sebagai sentra jagung harus dibangun melalui perencanaan matang, koordinasi lintas sektor yang solid, serta pengawasan berkelanjutan agar program tidak berhenti pada tataran wacana.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut Hj. Endang Isnawangsih menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menilai penguatan komoditas jagung merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.
Menurutnya, hasil FGD harus melahirkan rekomendasi konkret dan aplikatif yang bisa segera diimplementasikan pemerintah daerah, sehingga dampaknya langsung dirasakan petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Ir. M. Faried Widyatmoko menegaskan kesiapan jajarannya untuk bergerak cepat. Fokus utama diarahkan pada peningkatan luas tanam, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern guna mendongkrak produktivitas.
Sinergi antara dinas teknis, penyuluh, legislatif, dan kepolisian diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Tanah Laut sebagai episentrum jagung Kalimantan Selatan.
FGD ini menjadi simbol komitmen kolektif bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketika sektor keamanan, pertanian, dan legislatif bersatu dalam satu visi, maka akselerasi bukan lagi mimpi.
Tanah Laut kini diproyeksikan bukan hanya sebagai penghasil jagung, tetapi sebagai model kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan semangat kebersamaan dan strategi terukur, langkah menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan — melainkan cita-cita yang sedang dipersiapkan dari ladang-ladang jagung di Bumi Tuntung Pandang. (MN)












Leave a Reply