Koperasi Petani Alpukat Tanah Laut Dibentuk, Dorong Ekonomi Hijau dan Agrowisata

PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Upaya memperkuat kelembagaan petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru terus digalakkan di Kabupaten Tanah Laut. Terbaru, para petani alpukat resmi membentuk Koperasi Petani Alpukat Tanah Laut, sebuah wadah berbadan hukum yang tak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mengusung visi pengembangan agrowisata hortikultura.

Koperasi tersebut dibentuk melalui musyawarah yang digelar di Gedung Tenis Indoor Matah, Pelaihari, Rabu (7/1/2026), dan diikuti para petani alpukat dari berbagai wilayah di Tanah Laut.

Ketua Koperasi Petani Alpukat Tanah Laut, Unggul Jati, mengatakan koperasi ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi petani berbasis komoditas unggulan hortikultura, seperti alpukat, kelengkeng, dan durian.

“Ketiga komoditas ini sudah memiliki pasar yang jelas dengan harga relatif stabil. Ke depan, kami ingin Tanah Laut tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai kawasan agrowisata hortikultura,” ujar Unggul.

Salah satu konsep yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan sentra agrowisata di kawasan Lapangan Tenis Indoor Matah. Melalui pola partisipatif, warga sekitar diharapkan menanam minimal dua pohon alpukat atau kelengkeng di pekarangan rumah masing-masing.

Menurut Unggul, pola ini akan menciptakan pasokan buah yang berkelanjutan, meskipun musim panen tidak berlangsung serentak. Selain itu, masyarakat juga dapat terlibat langsung dalam berbagai aktivitas wisata, seperti petik buah, yang berpotensi menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal.

“Jika ada sekitar 400 rumah dan masing-masing menanam dua pohon, berarti sudah tersedia sekitar 800 pohon produktif. Ini potensi besar, baik dari sisi produksi maupun wisata,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada budidaya, koperasi juga menaruh perhatian pada peningkatan nilai tambah produk. Salah satunya melalui pengemasan buah alpukat yang lebih modern dan menarik agar dapat menembus pasar ritel, minimarket, hingga gerai modern.

Saat ini, sebanyak 25 petani telah resmi bergabung sebagai anggota koperasi. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani, mempermudah akses pembinaan, bantuan, serta program pemberdayaan dari pemerintah.

Pemerintah daerah pun menyatakan dukungannya. Perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tanah Laut, Firman, menilai koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap koperasi ini mampu mengayomi anggotanya, dikelola secara profesional, dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi warga Tanah Laut,” ujarnya.

Adapun susunan pengurus Koperasi Petani Alpukat Tanah Laut terdiri dari Pembina H. Endang Agustina, Pengawas H. Nurdin dan Agus Joko Susilo, Ketua Unggul Jati, Sekretaris Prakoso Meliana, serta Bendahara Nuryadi. (MN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *