PELAIHARI, POSTKALIMANTAN.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus memperkuat soliditas dan koordinasi lintas perangkat daerah melalui Apel Kerja Gabungan yang digelar di Halaman Kantor Bupati Tala, Senin (6/4/2026).
Apel yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Tala, Ismail Fahmi, yang membacakan amanat Bupati Tala, H. Rahmat Trianto.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, khususnya di sektor kelautan yang menjadi salah satu kekuatan utama daerah.
Sorotan utama tertuju pada peluncuran inovasi terbaru bertajuk “SIAP MELAUT” (Selesaikan Izin dan Administrasi Pelayaran Melaut Legal dan Aman untuk Tangkap), yang resmi diluncurkan pada 1 April 2026.
Program ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memangkas rantai birokrasi perizinan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
“Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memberikan perlindungan hukum dan kepastian bagi para nelayan kita,” ujar Sekda saat membacakan sambutan Bupati.
Keberhasilan lahirnya inovasi ini tidak lepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah pusat hingga daerah terlibat aktif, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, BMKG, BPH Migas, TNI/Polri, hingga sektor perbankan.
Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun diminta untuk tidak hanya memahami, tetapi juga mengawal implementasi program tersebut secara optimal di lapangan.
Memasuki Triwulan II tahun anggaran 2026, jajaran ASN juga diingatkan untuk meningkatkan kinerja dengan pendekatan yang lebih terukur dan efisien.
Evaluasi menyeluruh terhadap program yang capaian sebelumnya masih rendah menjadi keharusan, guna menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran.
“Akselerasi program harus dilakukan dengan target yang jelas, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada administrasi dan inovasi, pemerintah daerah juga menyoroti kondisi cuaca yang belakangan menunjukkan anomali di wilayah Kalimantan Selatan.
ASN diminta mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam menyampaikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci untuk meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan oleh perubahan cuaca ekstrem.
“Tetap waspada, jaga lingkungan, dan terus edukasi masyarakat agar kita bisa menekan potensi bencana,” tutupnya. (MN)












Leave a Reply