TANAH LAUT, POSTKALIMANTAN.com – Gerakan literasi di Kabupaten Tanah Laut memasuki babak baru. Ikatan Penulis Tanah Laut (IPTL) resmi dikukuhkan pada Kamis (20/11/2025), di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati. Dipimpin oleh Taufik Nur, M.Pd., organisasi ini mengemban amanah besar untuk periode 2025–2028, dengan misi merombak ekosistem literasi menjadi lebih inklusif, progresif, dan dekat dengan masyarakat.
Pelantikan berlangsung hangat dan penuh semangat, dihadiri perwakilan berbagai SKPD se-Kabupaten Tanah Laut, termasuk Kepala Dispusip Tala. Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Drs. Rudi Ismanto, Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan, yang hadir mewakili Bupati Tanah Laut.
Sebagai wadah strategis bagi para penulis, sastrawan, dan pegiat literasi, IPTL digagas untuk memperkuat pembangunan literasi di Tanah Laut. Kehadirannya sejalan dengan agenda nasional serta amanah Peraturan Kepala Perpustakaan RI No. 3 Tahun 2023 tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang menekankan pemberdayaan masyarakat melalui literasi.

Ketua IPTL, Taufik Nur, menegaskan bahwa organisasi ini akan bergerak lebih adaptif dan responsif. “Kami ingin menciptakan ruang kreatif yang ramah bagi semua kalangan. Bukan hanya menulis, tetapi membangun budaya literasi yang hidup, dialogis, dan berdampak,” ucapnya.
Mewakili Bupati, Drs. Rudi Ismanto menyampaikan pesan mendalam:
“Penulis adalah mata hati masyarakat. Mereka merekam zaman, menyuarakan kebenaran, dan menyimpan pengetahuan bagi generasi berikutnya.”
Pemerintah daerah, ujarnya, akan terus memberikan dukungan agar semakin banyak karya lahir dari Tanah Laut—baik berupa buku, riset, maupun konten kreatif yang memperkaya khasanah daerah.
Dengan terbentuknya IPTL, masyarakat Tanah Laut diharapkan tak lagi melihat literasi sebatas aktivitas membaca dan menulis, tetapi sebagai gerakan sosial yang mengangkat kualitas hidup. Kolaborasi lintas komunitas, sekolah, kampus, hingga desa-desa literasi disebut sebagai program yang akan segera dirancang.
IPTL pun menegaskan komitmennya untuk melahirkan penulis-penulis baru, membuka akses pelatihan profesional, serta menghadirkan forum kreatif yang mampu memperkuat budaya literasi di Bumi Tuntung Pandang. (MN)












Leave a Reply