Wabup Zazuli Tegas: Kalau Ragu, Tanyakan. Kalau Sudah Tahu, Patuhi!

BANJARMASIN, POSTKALIMANTAN.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Melalui Inspektorat Daerah, Pemkab menggelar Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang diikuti lebih dari 150 kepala desa dan perwakilan BPD, Rabu (19/11/2025) di Banjarmasin.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Forum Aksi Penyuluh Antikorupsi Kalimantan Selatan, yang menyampaikan berbagai strategi pencegahan korupsi serta cara membangun budaya integritas sejak dari level desa.

Sekretaris Inspektorat, Miftahul Anwar, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosialisasi ini mengusung tema “Integritas Kita, Masa Depan Tanah Laut: Membangun Budaya Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi.” Tema tersebut, ujarnya, bukan sekadar slogan, tetapi pengingat bahwa pembangunan hanya akan berjalan baik jika aparatur desa memegang teguh kejujuran.

“APBDes yang dikelola pemerintah desa bukan angka kecil. Itu amanah masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, yang hadir memberikan arahan, menekankan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari hulu, yakni desa sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Menurutnya, pengelolaan APBDes tidak boleh dianggap hanya pekerjaan administratif. Transparansi dan akuntabilitas wajib hadir sejak tahap perencanaan hingga pelaporan.

Ia juga menegaskan pentingnya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di setiap desa.

“SPIP itu bukan beban. Ini instrumen untuk mendeteksi risiko, memperbaiki tata kelola, dan memastikan program benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Di hadapan peserta, Wabup juga menyampaikan pesan tegas mengenai gratifikasi.

“Kalau ragu, tanyakan. Kalau tidak tahu, belajar. Kalau sudah tahu, patuhi. Dan yang paling penting: jangan pernah ada niat untuk korupsi,” tegas Zazuli disambut tepuk tangan peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tanah Laut berharap aparatur desa semakin memahami pencegahan korupsi, mampu menjauhi benturan kepentingan, menjaga komunikasi antarlembaga, serta membangun lingkungan kerja yang profesional.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi langkah nyata Pemkab Tala dalam mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, terpercaya, dan berintegritas tinggi. (MN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *