Warga Pemalongan Cemas, Sumber Air Bersih Gunung Mangguruh Terancam Pembukaan Lahan

BAJUIN, POSTKALIMANTAN.com – Keresahan menyelimuti warga RT 1 Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Sumber air bersih yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan mereka, berasal dari Gunung Mangguruh, kini terancam akibat aktivitas pembukaan lahan di sekitar kawasan tersebut.

Air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga melalui sistem pipanisasi bantuan Program Habibie Center sejak puluhan tahun lalu, menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, perubahan bentang alam di sekitar gunung memicu kekhawatiran akan terganggunya keberlanjutan sumber air tersebut.

Ketua DPD Masyarakat Peduli Air Indonesia (MPAI), Muhammad Khaidir, turun langsung meninjau lokasi fasilitas air bersih pada Selasa (27/1/2026). Ia membenarkan adanya aktivitas pembukaan lahan di sekitar kawasan Gunung Mangguruh.

“Saat ini ketersediaan air masih ada, tetapi memang ditemukan kegiatan pembukaan lahan di sekitar lokasi sumber air,” ujar Khaidir.

Ia menegaskan, MPAI akan segera mengirimkan surat kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut guna memastikan status kawasan yang kini dibuka tersebut, apakah masuk dalam kawasan hutan lindung atau tidak.

“Jika kawasan hutan dirusak, tentu akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan sumber air bersih warga. Risiko berkurangnya debit air hingga kesulitan air sangat mungkin terjadi,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan warga setempat. Siti Aminah, salah seorang warga RT 1 Pemalongan, mengungkapkan bahwa air dari Gunung Mangguruh telah digunakan turun-temurun oleh masyarakat.

“Sudah puluhan tahun kami menggunakan air dari Gunung Mangguruh untuk kebutuhan sehari-hari. Kami sangat berharap sumber air ini tetap terjaga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dusun I Desa Pemalongan, Arifin, menegaskan bahwa ketergantungan warga terhadap sumber air tersebut sangat tinggi. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti status lahan yang kini dibuka.

“Warga RT 1 sepenuhnya bergantung pada air dari Gunung Mangguruh. Kami juga belum tahu apakah pembukaan lahan itu masuk kawasan hutan atau tidak,” jelas Arifin.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan penelusuran serta pengawasan, agar sumber air bersih yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Desa Pemalongan tidak rusak dan tetap lestari. (MN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *